Ririn Kadariyah, Direktur Utama PIP (kiri) bersama Arief Mulyadi, Direktur Utama PNM (kanan)

Jakarta, UMI.id – Memasuki tahun kedua pandemi, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) selaku Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Keuangan yang melakukan coordinated fund pembiayaan ultra mikro, menyusun strategi dalam mendukung pelaku usaha mikro agar tetap aktif berusaha. Salah satunya adalah dengan memberikan keringanan atau relaksasi dalam bentuk penundaan pembayaran cicilan pokok dengan masa tenggang selama 6 (enam) bulan terhadap debitur UMi melalui penyalur dan lembaga linkage seperti PT Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Bahana Artha Ventura (BAV), dan Koperasi/Lembaga Linkage.  

Ririn Kadariyah, selaku Direktur Utama PIP berharap melalui relaksasi ini perguliran dana yang diberikan kepada para penyalur dapat dilakukan secara optimal. Tujuannya agar lebih banyak masyarakat yang dapat merasakaan manfaat dari pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

“Relaksasi yang diberikan kepada penyalur artinya dana yang kita berikan ke mereka tidak harus langsung dikembalikan, melainkan mereka dapat menggulirkan dana tersebut kepada masyarakat lainnya. Artinya, masyarakat yang merasakan manfaat UMi pun akan lebih banyak lagi,” jelas Ririn.   

Peningkatan jumlah debitur yang merata di seluruh Indonesia juga menjadi fokus utama bagi PIP di Tahun 2021. Strategi yang digunakan oleh PIP adalah dengan memberikan akses seluas-luasnya melalui penambahan jumlah penyalur, baik di wilayah Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa. Sampai saat ini, jumlah penyaluran yang dilakukan PIP sebanyak Rp 12,39 triliun kepada 3,82 juta debitur di seluruh Indonesia.   

“Selain tiga BUMN yang sudah ada, tahun ini kita juga mulai bisa menyalurkan langsung kepada Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang tidak berafiliasi kepada pemerintah. Saat ini sudah terdapat 4 (empat) koperasi yang menjadi penyalur langsung PIP,” tambah Ririn. Menurutnya, penambahan jumlah penyalur tersebut diharapkan dapat membantu pencapaian pemulihan ekonomi sesuai tujuan kebijakan fiskal pemerintah tahun 2021.

Pernyataan Dirut PIP ini disampaikan setelah acara penandatangan akad penyaluran  pembiayaan baru senilai Rp 2,5 triliun dari PIP kepada PT Permodalan Nasional Madani (Persero) pada Selasa, 20 April 2021 di kantor PIP, Jakarta Pusat. Hingga tahun 2021, total penyaluran yang diberikan oleh PIP kepada PT PNM berjumlah Rp 8,2 triliun dengan pencapaian jumlah debitur penerima UMi sebanyak 2,79 juta orang di seluruh Indonesia.

“Refleksinya, per triwulan satu ini year on year penyaluran pembiayaan PNM tumbuh 86 persen. Artinya, pandemi yang satu tahun sudah berjalan ini membuktikan bahwa tidak ada kata untuk tidak tumbuh bagi UMi. Adanya pembiayaan ini diharapkan dapat memperluas manfaat dari dana pemerintah kepada masyarakat luas melalui penyaluran pembiayaan antara PIP dengan PNM melalui UMi,” ujar Arief Mulyadi selaku Direktur Utama PT PNM.

Penulis: Kalika (www.umi.id)