Kupang, 28 April 2021 – Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU-PIP) memberikan bantuan kepada masyarakat dan debitur pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang terdampak bencana alam banjir bandang dan siklon tropis seroja di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Kamis (29/04) di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT.

Bantuan diberikan secara simbolis oleh Direktur BLU-PIP, Ririn Kadariyah kepada Sekretaris Daerah Prov NTT, Benediktus Polo Maing dalam acara audiensi penyerahan bantuan yang diikuti oleh Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Kepala Otoritas Jasa Keuangan dan Perwakilan Penyalur pembiayaan UMi dari PT PNM, PT Pegadaian dan Koperasi Mitra Dhuafa.

Ririn Kadariyah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan peduli sosial yang dilakukan BLU-PIP bersama Penyalur Pembiayaan UMi, Himpunan Bank Negara (HImbara) dan donator lainnya ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat korban bencana khususnya pelaku usaha debitur UMi untuk segera menata kehidupannya kembali dan kembali menggerakan perekonomian daerah dengan kembali memulai usaha.

“Bantuan senilai Rp 435 juta diberikan dalam bentuk uang, barang kebutuhan korban, dan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Selain itu PIP juga memberikan relaksasi pembiayaan bagi debitur pembiayaan UMi yang terdampak bencana,” jelas Ririn lebih lanjut. Pemberian bantuan secara langsung dan kegiatan trauma healing akan dilakukan PIP dan Kantor Perwakilan Kemenkeu Prov NTT di Waingapu esok harinya, Jumat (30/4)

Relaksasi pembiayaan yang diberikan kepada 7.421 debitur UMi terdampak di 10 kabupaten/kota di provinsi NTT mencapai Rp19 miliar. Relaksasi tersebut diberikan melalui penyalur UMi (PT PNM, PT Pegadaian dan Koperasi Mitra Dhuafa) berupa penundaan pembayaran angsuran sesuai dengan kemampuan para debitur tanpa dikenakan bunga masa tenggang/denda. Kabupaten/Kota dimaksud adalah Kab. Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Alor, Ngada, Sumba Timur, Rote Ndao, Malaka dan Kota Kupang.

PIP merupakan BLU di bawah Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan yang bertugas menyalurkan dana bergulir untuk pembiayaan usaha bagi para pelaku usaha ultra mikro yang belum dapat dijangkau oleh perbankan. Sampai dengan 2021, pembiayaan dengan plafon maksimal 20 juta tersebut telah disalurkan melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank kepada pelaku usaha ultra mikro di 491 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota di  Indonesia.

Untuk wilayah NTT, sampai dengan 26 April 2021, pembiayaan UMi telah disalurkan di 22 Kabupaten/kota kepada 43 ribu debitur dengan nilai penyaluran mencapai lebih dari Rp130 miliar, meningkat dari tahun 2017 yang hanya mencapai 3 ribu debitur.